Pengawasan Pemasukan Buah Apel Dari Luar Negeri

By : | On : 21 MARET 2017 | 214 VIEWS

Ketentuan dalam perjanjian SPS WTO setiap negara anggota berhak untuk melindungi kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan serta lingkungan dari penyakit yang dapat menular pada manusia, hewan dan tumbuhan melalui perdagangan komoditi pertanian. Badan Karantina Pertanian (Barantan) sebagai institusi pengawasan lalu lintas komoditas tumbuhan di Indonesia sesuai dengan UU Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, melakukan pengawasan di pelabuhan, bandara dan perbatasan negara diantaranya terhadap buah dan sayuran segar yang masuk ke wilayah RI.

Barantan pada tanggal 21 Januari 2015 telah menerima notifikasi dari pemerintah Amerika Serikat (USA), yang berisi permintaan agar para mitra dagang USA mengambil langkah pencegahan kejadian penyakit Listeriosis (disebabkan bakteri Listeria monocytogenes) pada Caramel Apple Brand, diantaranya Happy Apel, Carnival dan Merb’s candy. Sementara itu untuk apel segar belum ditemukan laporan yang membahayakan, namun demikian satu packing house di USA (Bidart Bros, California) secara sukarela menarik produknya Granny Smith dan Gala dari pasaran, karena dugaan kontaminasi bakteri tersebut. Data Centre of Disease Control (CDC) USA menunjukan pada Januari 2015 ada 32 pasien yang terinfeksi‎ Listeria dan 3 orang meninggal, dari 11 negara bagian di AS.

Buah apel asal Amerika Serikat yang masuk ke wilayah Indonesia melalui pelabuhan yang ditunjuk Menteri Pertanian dalam kurun waktu Januari 2014 hingga 25 Januari 2015 sebesar  41.041.095,19 kg  dan 145.225.367,55 kg yang berasal dari dari berbagai negara. Dari hasil surveilan yang dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Desember 2014 di tempat pemasukan, terhadap buah apel berasal dari Amerika Serikat tidak ditemukan cemaran kimia yang melebihi ambang batas dan bebas cemaran mikroba.

Pada tanggal 22 Januari 2015, Barantan telah menginstruksikan seluruh UPT untuk memperketat pengawasan dan melakukan pengujian laboratorium terhadap apel yang datang dari USA. Selain itu Barantan telah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah Amerika Serikat tentang langkah-langkah pemerintah Indonesia, antara lain:

Dilakukan pengujian laboratorium terhadap kontaminasi Listeria monocytogenes pada seluruh buah apel dan jenis buah lainnya yang berasal dari Amerika Serikat yang masuk ke wilayah RI;
Bila ditemukan positif kontaminasi Listeria monocytogenes, maka akan dilakukan penolakan.

Barantan mengajak masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi produk buah dan sayuran impor, mengingat biasanya produk tersebut telah mengalami masa penyimpanan dalam durasi lama, menjaga kebersihan dengan mencuci produk buah dan sayuran yang akan dikonsumsi, serta meningkatkan konsumsi buah lokal yang lebih sehat dan lebih segar dari pada produk impor.

(Copy from  http://www.karantina.deptan.go.id/ )