Pemusnahan Kulit Sapi Mentah Sebanyak 114 Kg

By : Andrian Adhisuryana | On : 18 JULI 2017 | 217 VIEWS

Sebanyak 114 Kg (30 lembar) kulit sapi mentah kering dimusnahkan oleh petugas Balai Karantina Pertanian Pertanian Kelas I Semarang di Instalasi Karantian Hewan (IKH) Karangroto, Genuk, Kota Semarang pada hari Senin siang, 7 Maret 2016, dengan cara dibakar dan dikubur dalam lubang tanah.
Kulit sapi mentah kering itu berasal dari salah satu penumpang kapal KM Egon dari Banjarmasin tujuan Semarang tanggal 24 Februari 2016 yang lalu, dimana saat itu dilakukan operasi karantina oleh petugas karantina pertanian di terminal kedatangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Penumpang kapal KM Egon yang bernama Suroso kedapatan oleh petugas karantina membawa kulit sapi mentah kering tidak dilengkapi dengan sertifikat karantina dari daerah asal. Sehingga dilakukan tindakan penahanan oleh petugas karantina BKP Kelas I Semarang. Sedianya kulit sapi mentah kering itu akan dibawa ke Pekalongan, Jawa Tengah.
Perlu diketahui bahwa kulit sapi mentah kering merupakan salah satu media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dari Bahan Asal Hewan (BAH) yang wajib dilengkapi dokumen sertifikat karantina apabila dilalulintaskan melalui pintu pemasukan atau pengeluaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah guna mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit karantina.
Setelah diberikan waktu selama 3 hari untuk melengkapi dokumen karantina dari daerah asal, pemilik tidak dapat memenuhinya sehingga dilakukan penolakan selama 1 x 24 jam. Dalam kurun waktu penolakan tersebut ternyata pemilik juga tidak dapat mengeluarkan media pembawa tersebut kembali ke daerah asal sehingga dilakukan tindakan pemusnahan.
Dalam pemusnahan kali ini turut dimusnahkan pula beberapa komoditas HPHK hasil penahanan dari Wilker Bandara A Yani Semarang seperti daging sapi, sosis ayam, serta unggas yang sudah mati dalam masa penahanan berupa burung, ayam dan itik (sebanyak 56 ekor).

Hadir dalam kegiatan pemusnahan siang itu, Kepala BKP Kelas I Semarang, Ir. Heru Wahyupraja, didampingi Kasi Pengawasan Dan Penindakan, drh. Krisna Wibawa L, Koorjabfung KH, drh. Anjar Maryati serta petugas dari Kepolisian Karangroto dan perangkat desa Karangroto.