60 Ekor Burung Tanpa Dokumen Karantina Dimusnahkan

By : Admin | On : 28 DESEMBER 2016 | 304 VIEWS

Sebanyak 60 ekor burung yang berasal dari penumpang kapal KM Egon asal Banjarmasin yang merapat di dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada hari Rabu, 9 Maret 2016, sekitar pukul 07.30 WIB, dimusnahkan oleh petugas karantina Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, atas permintaan pemilik dikarenakan sang pemilik burung tidak bisa melakukan penolakan ke daerah asal karena keterbatasan waktu dan meminta untuk dilakukan pemusnahan. Burung yang dimusnahkan terdiri dari : Cucak Hijau (16 ekor), Murai (16 ekor), Kacer (6 ekor) dan Pleci (22 ekor).


Burung-burung tersebut dibawa oleh M. Yurdan dari Banjarmasin yang tidak dilengkapi dengan dokumen karantina dan dokumen pendukung lainnya, sehingga pada saat dilakukan operasi oleh petugas karantina yang piket di terminal kedatangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang langsung dilakukan penahanan, di bawa ke kantor BKP Kelas I Semarang.
Kepada pemilik burung dijelaskan bahwa burung tersebut akan ditahan selama 3 hari. Setelah ditahan 3 hari maka burung akan ditolak ke daerah asal. Dan apabila penolakan tidak dapat dilakukan, maka akan dilakukan pemusnahan.

 

suntik mati pleci

Mendapat penjelasan tersebut sang pemilik burung tidak dapat menyanggupinya dan memilih untuk dimusnahkan, karena harus segera pulang ke kampung halamannya.


Setelah dilakukan proses administrasi berita acara, maka dengan disaksikan oleh petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, petugas karantina BKP Kelas I Semarang melakukan tindakan pemusnahan dengan cara menyuntikan formalin. Selanjutnya bangkai burung dikumpulkan sebagai barang bukti.